News Update :
Showing posts with label Ujian Nasional. Show all posts
Showing posts with label Ujian Nasional. Show all posts

Daftar 20 Siswa Peraih Nilai UN Tertinggi Se-Indonesia 2016

Penulis : Kwanyar News on Sunday, May 8, 2016 | 3:15 AM

Sunday, May 8, 2016


 

Siswa – Siswi Peraih Nilai Ujian Nasional Tertinggi Se-Indonesia 2016


Hasil Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK) SMA, SMK, dan MA telah diumumkan. Siapa peraih nilai UN SMA tertinggi di Indonesia?

Di Bali, nilai UN SMA tertinggi untuk program IPA diraih oleh Maria Septiana Parmonang Aroean, siswi SMAN 4 Denpasar dengan nilai 564,5. Peraih nilai UN SMA tertinggi kedua adalah Ni Putu Ika Regina Maharani yang juga dari SMAN 4 Denpasar (560,5). Kemudian di posisi ketiga ditempati I Made Dwi Mertadiyasa dari SMAN 1 Gianyar (559,5).

Sementara siswa peraih jumlah nilai tertinggi UN SMA untuk program IPS yakni Kadek Sanjaya dari SMAN Bali Mandara (524,0), Ni Nyoman Ari Tati Ratnasari dari SMAN 4 Denpasar (517,0) dan Nanda Amedina Putri (SMAN 4 Denpasar (513,5).

Di Surabaya, peraih nilai UNBK SMA tertinggi untuk program IPA yakni Sekar Wangi dari SMAN 5 Surabaya dengan nilai rata-rata 91,33. Peraih nilai UNBK SMA tertinggi untuk program IPS adalah Selly Kurniawati dari SMAN 2 Surabaya, dengan nilai rata-ratanya 87,75. Sedangkan untuk jurusan Bahasa diraih oleh siswa SMA Katolik Santa Agnes, Albertus Raymond Gunardi dengan nilai 82,42.

“Berdasarkan rata-rata, sekolah yang meraih nilai tertinggi jurusan IPA adalah SMAN 5 dengan nilai rata-rata 79,68, dan SMAN 15 meraih peringkat tertinggi jurusan IPS dengan nilai 77,87,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan.

Di Lampung, peraih nilai UN SMA tertinggi untuk program IPA yakni Wiranty Prayoga Ningmandiri, siswi SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Sedangkan nilai UNBK SMA tertinggi untuk jurusan IPS diraih oleh siswa SMA Alkautsar, Silviana Nastiti Putri. Sementara nilai tertinggi UNBK SMK diraih Suldi, siswa SMK Negeri 1 Pagar Dewa, Lampung Barat.

Di Kota Bekasi, hasil kelulusan UN SMA diumumkan Sabtu (7/5/2016) hari ini.
Kepala Dinas Pendikan Kota Bekasi Rudi Sabarudin menjelaskan, pihaknya telah menerima hasil UN pada Kamis (5/5/2016).

Hasilnya, kini diserahkan kepada masing-masing sekolah untuk kemudian diakumulasikan dengan nilai Ujian Sekolah (US) untuk mendapatkan hasil akhir kelulusan siswa, Jumat (6/5/2016).


Adapun hasil UN Tertinggi IPA diraih oleh siswa SMK Kristen Penabur Summarecon, Sebastian Dumohar Jeremiah Sihombing dengan nilai Bahasa Indonesia 92.0, Bahasa Inggris 86.0, Matematika 92.5, Fisika 95.0, Kimia 95.0, Biologi 92.5 total nilai 553.0.

Selanjutnya untuk Nilai UN Tertinggi IPS diraih oleh siswa SMAN 1 Kota Bekasi, Muhammad Naufal Bagoes Ramadhani dengan nilai Bahasa Indonesia 86.0, Bahasa Inggris 94.0, Matematika 97.5, Ekonomi 92.5, Sosiologi 78.0, Geografi 88.0 total nilai 536.0.

Sedangkan tingkat SMK peraihan UN tertinggi oleh siswa SMK Strada Budi Luhur, Yonathan dengan hasil nilai Bahasa Indonesia 94.0, Bahasa Inggris 90.0, Matematika 92.5, Kompetensi 91.0.

“Untuk hasil kelulusan akan diumumkan 7 Mei, yakni dari hasil nilai ujian sekolah digabungkan dengan nilai UN. Jadi hasil UN ini saya ingatkan lagi, bukan hasil kelulusan,” tandas Rudi.
comments | | Read More...

Penyebab Siswa Jadi Stres Jelang Ujian

Penulis : Kwanyar News on Sunday, November 29, 2015 | 11:32 AM

Sunday, November 29, 2015


 

Tips Menjelang Ujian Nasional bagi Siswa Agar Rileks


Menjelang ujian sekolah biasanya siswa sekolah sedikit mengalami rasa stres. Mereka seolah dihadapkan pada hari yang akan menentukan masa depannya, antara lulus atau gagal. 

Tidak jarang hal ini membuatnya cukup tertekan. Padahal sangat tidak disarankan siswa mengalami tekanan mental ketika akan menjalani ujian. Pasalnya, hal tersebut justru dapat memicu kegagalan.

Diungkapkan psikolog remaha Roslina Verauli, sangat disayangkan kalau siswa mengalami stress hingga beberapa hari jelang hari H ujian. Jika menilik dari penyebab stress ini, Vera melihat ada beberapa hal yang mungkin dialami anak. 

Pertama, dalam sistem pendidikan di Indonesia, standardisasi nilai dan konsekuensinya menjadi momok menakutkan untuk siswa kalau sampai mereka mendapat nilai buruk.

  • Pertama adalah standardisasi nilai dan konsekuensi seperti tidak lulus atau tidak naik kelas kalau nilai jelak. Padahal kecerdasan bukan hanya dinilai dari kemapuan akademis,” kata Vera, seperti dikutip laman Okezone.
  • Faktor selanjutnya yang membuat siswa stress jelang ujian adalah agenda pelajaran tambahan dari sekolah yang mesti dilalui oleh mereka. Tidak jarang sekolah menyelenggarakan pelajaran tambahan di luar jam belajar normal dengan tujuan membekali siswa agar mendapat nilai bagus. Hal ini membuat siswa tidak pernah santai pikirannya dan cenderung terus diajak berpikir berlebihan. Padahal, anak didik seharusnya dibuat tenang dan tidak tertekan jelang ujian.
  • Terakhir adalah orangtua. Tidak bisa dipungkiri saat anak akan menghadapi ujian, orangtua juga ikut stres. Karena takut anaknya gagal jadi digenjot dengan les-les tambahan,” ungkap Vera.

comments | | Read More...

Hasil Ujian Nasional 2015

Penulis : Unknown on Tuesday, May 5, 2015 | 12:24 AM

Tuesday, May 5, 2015

 

Nilai Hasil UN SMA Sudah Diterima Mendikbud


Menteri Pendidikan Dasar & Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan telah menerima Hasil Ujian Nasional 2015 (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Hasil ujian diserahkan Sabtu (2/5/2015) oleh Majelis Rektor PTN Indonesia.

"Penyerahan hasil UN 2015 sudah sesuai dengan jadwal. Ini awal yang bagus," kata Anies Baswedan ketika serah terima hasil nilai UN di Kemendikbud, Jakarta. Ia mengatakan, tidak ada masalah besar dalam pelaksanaan UN tahun ini.

Sementara itu, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) Indonesia, Hery Suhardiyanto mengatakan, baru kali ini penyerahan hasil ujian sesuai dengan jadwal.

"Ini pertama kali sesuai dengan jadwal, tidak mundur ataupun maju," kata Hery.

Nilai ujian tersebut akan menjadi pertimbangan sebagai syarat memasuki perguruan tinggi.

"Nilai ini salah satu syarat, namun bukan nilai mutlak. Semua ada pertimbangan sendiri," katanya.

Ia menjelaskan, komposisi nilai di setiap sekolah bisa berbeda-beda, tergantung situasi dan daerah.

Menurutnya, tidak ada patokan dalam menentukan standar nilai yang baku, semua tergantung pada sekolah masing-masing.

"Nilai sembilan di sekolah A, belum tentu bobotnya sama dengan nilai sembilan di sekolah B yang terdapat di pelosok daerah," tuturnya.
comments | | Read More...

Persiapan Ujian Nasional (UN) 2015

Penulis : Unknown on Sunday, April 12, 2015 | 5:33 PM

Sunday, April 12, 2015

 

Ujian Nasional 2015 Siap 100%, Ungkap Menteri Anies Baswedan


Ujian Nasional (UN) 2015 Siap 100%, Ungkap Menteri Anies Baswedan. Menteri Anies Baswedan mengatakan jika persiapan UN atau ujian nasional tingkat sekolah menengah atas sudah selesai. Anies juga mengatakan jika distribusi naskah soal ujian nasional diprediksi akan berjalan lancar, sehingga ada jaminan naskah soal akan segera datang ke sekolah terutama yang hingga kini belum menerimanya.

“Persiapan sudah seratus persen” ungkap Anies di Kampung Laladon Kabupaten Bogor, Sabtu 11 April 2015.

Jadwal Ujian Nasional 2015 atau UN tingkat SMA akan dimulai pada Senin, 13 April 2015. Ujian tersebut menggunakan dua metode yakni manual dan ujian berbasis komputer. Ihwal ujian online, Anies mengatakan bakal ada cadangan naskah soal jika ada masalah dengan komputer.

Anies memastikan nilai ujian nasional tak menjadi satu-satunya syarat kelulusan siswa. Sekolah akan melihat berbagai aspek untuk menentukan kelulusan siswa masing-masing. Karena itu, Anies berharap para siswa bisa mengerjakan ujian dengan baik dan jujur.


“Tak bisa curang karena soal ujian berbeda-beda” tambahnya.

Tidak lupa Anies berpesan kepada para orang tua agar tidak memarahi anak-anak mereka yang tengah menjelang ujian nasional untuk sekolah menengah atas. “Bapak-Ibu, jangan marahi anaknya bila pada malam hari tidak belajar menjelang UN” Tegasnya.

Ia justru menyarankan anak-anak SMA dan sederajat itu tidak belajar pada malam menjelang ujian nasional dan tidur lebih awal. Pasalnya dengan begitu, mereka bisa tidur cukup. Jadi pada pagi harinya mereka bisa melaksanakan ujian nasional dengan kondisi tubuh segar dan mampu lebih memfokuskan pikiran.
comments | | Read More...

Ujian Online Nasional 2015 Tidak Maksimal

Penulis : Unknown on Saturday, February 28, 2015 | 1:06 AM

Saturday, February 28, 2015


Komputer dan Internet Cekak, Ujian Online Amburadul


Pelaksanaan Ujian Nasional 2015 (UN) secara online di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tak berjalan lancar akibat tak tersedianya komputer dan jaringan Internet. Tidak semua sekolah di Tasikmalaya memiliki banyak komputer untuk ujian. Selain itu, tidak semua sekolah memiliki jaringan Internet yang bagus.

"UN secara online 2015 kami dukung, bagus. Tapi yang harus dipertimbangkan adalah soal ketersediaan infrastruktur," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Achdiat saat simulasi ujian nasional di SMP Negeri 5 Kota Tasikmalaya, Jumat, 27 Februari 2015.

Kemampuan anak dalam mengoperasionalkan komputer, diakui Achdiat tidak ada masalah. Semua siswa, kata dia, sudah dapat mengoperasikan komputer. "Tapi yang dipersoalkan, daerah sanggup atau tidak menyiapkan infrastruktur IT," katanya.

Achdiat menyarankan, perlu adanya uji coba sebelum ujian nasional dilakukan serentak di semua sekolah. Misalnya, ada satu sekolah yang ditunjuk untuk pelaksanaan ujian nasional secara online. Tahun berikutnya sekolah peserta UN online bisa ditambah hingga semua sekolah bisa melaksanakan UN online.

Dia juga berharap, pemerintah pusat memberlakukan target dalam UN online ini. "Saran saya ada target-terget tertentu, misalnya 10 tahun nanti (UN online dilaksanakan serempak)," ujarnya.


Acdhiat memisalkan, harga satu unit komputer sekitar Rp 5-10 juta. Jika satu sekolah memiliki 300 siswa yang akan melaksanakan UN online, maka sekolah tersebut harus menyediakan 300 komputer. "Kebutuhan pengadaan komputer saja sudah Rp 3 miliar untuk satu sekolah," katanya. "Itu untuk sekolah negeri, belum lagi sekolah swasta," katanya. Selain komputer, sekolah juga membutuhkan server. Harga satu server sekitar Rp 24 juta. "Satu sekolah membutuhkan 3 server," katanya.

Teknis pelaksanaan UN online, Achdiat mengatakan pihak Dinas belum sepenuhnya mengetahui. Dinas Pendidikan, kata dia, belum menerima sosialisasi soal UN online dari pemerintah pusat. "Yang disayangkan info datang lebih awal, tapi belum disosialisasikan oleh Dinas," kata dia.

Fauzan Nur Qalbi, salah seorang siswa SMPN 5 Tasikmalaya, mengatakan dirinya sudah mengikuti try out UN online dua kali. Setiap try out, kata dia, selalu gagal karena masalah koneksi Internet. "Koneksi Internet tidak lancar," katanya. Try out, menurut Fauzan, diikuti sebanyak seribu siswa. Koneksi Internet, kata dia, hanya terkoneksi dalam beberapa menit saja. "Selebihnya putus," ujarnya.
comments | | Read More...
 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Info Pendidikan . All Rights Reserved.
Design Template by kwanyar-news | Support by creating website | Powered by Blogger