News Update :
Showing posts with label Perguruan Tinggi. Show all posts
Showing posts with label Perguruan Tinggi. Show all posts

Jaket Anti Ngantuk Buatan Unibraw

Penulis : Kwanyar News on Monday, May 2, 2016 | 9:23 AM

Monday, May 2, 2016


 

Jaket Anti Ngantuk Buatan Unibraw Menang di Malaysia


Tim dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang berhasil meraih penghargaan dalam gelaran The 3rd international innovation Design and Articulation (i-IDEA) 2016 yang dihelat di Malaysia. Karya mahasiswa yang mendapatkan medali emas ini adalah jaket anti ngantuk. Inovasi unik tersebut diberi nama SIJAR (Smart Android Jacket fo Safety Ring and Relaxation). Alat ini sangat bermanfaat bagi pengendara motor agar tidak mengantuk selama berkendara.

SIJAR adalah pengembangan dari temuan sebelumnya yang bernama jaket SEJSAR (Smart Electric Jacket for Safety and Relaxation). Cara kerja SIJAR yaitu dengan memanfaatkan sensor untuk mengukur denyut jantung pengemudi. Jika denyut berada di bawah level tertentu per menit, alarm yang ada di jaket segera berbunyi dan menyadarkan pengemudi  dari kantung.

Pada waktu yang bersamaan saat alarm berbunyi, terjadi terapi listrik pada kulit pemakainya. Terapi listrik ini terjadi karena adanya sentuhan alat pada kulit. Alarm dan terapi listrik segera berhenti ketika denut jantung kembali normal. Kegunaan terapi listrik adalah menyetimulasi tubuh untuk mendapatkan relaksasi karena sirkulasi darah di tubuh lancar kembali. Oksigen pun juga lancar kembali suplainya sehingga membuat tubuh lebih segar.


Fitur lain yang disematkan pada SIJAR yaitu memakai panas tubuh sebagai sumber listrik untuk beroperasi. Perbedaan suhu tubuh dan lingkungan dimanfaatkan dalam memunculkan energi listrik melalui jalan termoelektrik.

“Namun untuk kompetisi ini, jaket SIJAR ditambahkan dua konsep baru yang menonjol, yakni penambahan oximeter untuk mengukur saturasi oksigen dan penambahan aplikasi android,” kata ketua tim SIJAR,  Muhammad Nur Azis, seperti dikutip dari laman Merdeka.

Keberhasilan SIJAR ini didapat setelah mengalahkan pesaing dari tiga negara  yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Jumlah peserta yang bertanding mencapai 105 tim. Pelaksanaan acara di Universiti Teknologi MARA (UiTM, Perlis, Malaysia, pada 27-29 April 2016.
comments | | Read More...

Punya Prestasi Olahraga Bisa Raih Beasiswa ke Jepang

Penulis : Kwanyar News on Wednesday, March 30, 2016 | 1:56 AM

Wednesday, March 30, 2016

 

Tokyo International University Berikan Beasiswa Berlimpah


Tim Ekiden atau tim maraton estafet Tokyo International University (TIU) berhasil masuk peringkat ke-17 dalam kejuaraan yang diselenggarakan pada 2-3 Januari 2016 lalu. Perlombaan itu diadakan setiap tahun dan diikuti seluruh perguruan tinggi Jepang.

Memang, TIU menggarap serius pelajar yang punya bakat olahraga di kampusnya. Beragam pelatihan dan kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan, termasuk dengan diselenggarakannya Hari Olahraga Internasional pada 9 April 2016 nanti.

Pihak kampus juga menyediakan salah satu gedung yang dikhususkan berisi fasilitas olahraga. Seluruh mahasiswa didorong berpartisipasi dalam berbagai bidang, seperti sepakbola, lari, panahan, dan lainnya. Yang berprestasi, beasiswa jadi reward-nya.


Beasiswa Berlimpah dari Tokyo International University :


Selain ketangkasan fisik, TIU menantang pula mahasiswanya dalam prestasi akademis. Setiap tahunnya dianggarkan miliaran Yen berupa beasiswa, yang meliputi potongan biaya kuliah sebesar 30 persen, 50 persen, 80 persen, dan 100 persen.

“Penilaian dilakukan berdasarkan prestasi akademik, kondisi ketika pendaftaran masuk, serta kemampuan mahasiswa menjelaskan kenapa mereka berhak mendapatkan beasiswa,” kata Shunsuke Sekiguchi, General Manager E-Track Program Tokyo International University.

Sekiguchi melanjutkan, beasiswa tersebut berlaku penuh empat tahun masa perkuliahaan dan selama mahasiswa tetap mampu mempertahankan prestasinya. Mereka juga berpeluang memperoleh beasiswa penunjang biaya hidup sepanjang masa studinya.

"Beasiswa ini diberikan khusus bagi pelajar internasional dalam program English Track. Ini merupakan perkuliahan berbasis bahasa Inggris di mana mahasiswa bisa bergabung tanpa harus menguasai bahasa Jepang," ujar Sekiguchi.

Kurikulum program English Track (E-track) mengizinkan mahasiswa memperdalam dua bidang pengetahuan, yaitu ilmu Ekonomi Bisnis dan Hubungan Internasional. Ada juga program double degree dan program tiga bulan pertukaran pelajar ke Willamete University di Amerika Serikat atau universitas lainnya yang bekerja sama dengan TIU.

"Willamete University merupakan sister university kami. Para dosennya juga ikut ambil bagian mengajar beberapa mata kuliah pada program E-Track di kampus kami," ujar Sekiguchi.


Jembatan Berkarir di Jepang :


Saat ini, meskipun tak mensyaratkan kemampuan bahasa Jepang, pihak universitas memberikan wadah pembelajaran tersendiri di Japanese Plaza. Tempat ini menjadi jembatan interaksi antara mahasiswa asing dengan pelajar lokal sehingga mereka mampu bicara sekaligus memahami budaya Jepang.

Menurut Sekiguchi, dengan cara itu mahasiswa asing dimudahkan untuk memahami pola hidup masyarakat Jepang. Pengalaman yang mereka terima diharapkan berguna membantu kehidupan sehari-hari atau ketika mencari kerja nantinya di Negara itu.

Tak hanya itu. TIU juga memberikan pelatihan kerja melalui Student Leadership Internship Program (SLI). Di program ini, mahasiswa diajak mengenali lingkungan kerja dan berlatih menjadi contoh di kampus.

"Kami ingin membangun mereka menjadi para pemimpin, baik secara emosi maupun kepribadian. SLI akan mengajak mahasiswa kami terjun langsung dalam berbagai aktivitas dalam lingkungan kampus, serta menjalin lebih banyak relasi di luar universitas," kata Sekiguchi.

Bagi pelajar Indonesia yang tertarik untuk dapatkan Beasiswa ke Jepang, TIU kembali membuka gelombang ketiga program E-Track yang akan dimulai pada September 2016. Pendaftaran dan seleksi masuk akan dilaksanakan pada 19 Februari hingga 4 Maret 2016.

Adapun dokumen yang harus diserahkan ialah nilai rapor, esai dalam bahasa Inggris, dan sertifikat kemampuan bahasa Inggris, seperti IELTS (minimal skor 5,5), TOEFL IBT (minimal skor 61), atau TOEIC (minimal skor 700). Keterangan lengkap dapat diunduh dan dilihat melalui situs web http://www.tiu.ac.jp/english/etrack/.

Pelajar punya kesempatan berkonsultasi langsung melalui perwakilan TIU di Jakarta (Fuji Staff) dengan bahasa Indonesia melalui telepon 021-2523716. Anda pun dapat langsung menghubungi lewat e-mail ke tiu@fujistaff.co.id.
comments | | Read More...

Biaya Kuliah Kedokteran di Universitas Padjadjaran Gratis

Penulis : Kwanyar News on Thursday, January 28, 2016 | 8:59 AM

Thursday, January 28, 2016


 

Mulai Tahun 2016 Ini Biaya Kuliah Kedokteran di UNPAD Gratis


Universitas Padjadjaran (Unpad) membebaskan biaya kuliah untuk program studi sarjana pendidikan dokter dan pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran. Namun, untuk bisa kuliah gratis, ada syaratnya.

Mahasiswa yang berminat harus bersedia mengabdi di wilayah atau instansi yang ditentukan saat lulus. Jika tidak memenuhi kesepakatan tersebut, ijazah tidak akan diberikan. Kesepakatan antara mahasiswa dan universitas dituangkan dalam perjanjian.

"Jika tidak bersedia memenuhi perjanjian itu, jangan pilih kuliah di Fakultas Kedokteran (FK) Unpad. Ada banyak perguruan tinggi lain yang juga menyediakan pendidikan kedokteran," ujar Rektor Unpad Prof Dr Med Tri Hanggono Achmad dalam jumpa pers di Bandung, Senin (25/1/2016), sebagaimana dilansir website Unpad.

Pada tahun akademik 2016/2017 ini, FK Unpad akan menerima 250 calon mahasiswa dengan rincian 125 dari jalur SNMPTN dan 125 dari jalur SBMPTN.

Semua mahasiswa yang diterima melalui dua jalur seleksi tersebut akan digratiskan biaya kuliahnya melalui beasiswa yang dikeluarkan pemerintah daerah dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat maupun beasiswa dari berbagai pihak, termasuk instansi swasta.

"Kenyataannya, daerah-daerah itu memerlukan tenaga. Jadi, mereka siap untuk bisa memberikan biaya pendidikannya," ujarnya.

Kebijakan tersebut diambil untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter dan dokter spesialis di berbagai daerah, khususnya di Jawa Barat.

Menurut dia, kondisi ketersediaan tenaga dokter dan dokter spesialis di Jawa Barat tidak merata. Kebanyakan tenaga dokter dan dokter spesialis masih terpusat di kota besar.

Dengan program ini, Unpad berkomitmen membantu mendistribusikan tenaga dokter dan dokter spesialis ke semua wilayah di Jawa Barat.

Dekan FK Unpad Dr Yoni Fuadah Syukriani, dr, MSi, SpF, DFM, menilai, program ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang benar-benar mencintai masyarakat.

Unpad juga ingin membangun sikap kesiapan mengabdi sungguh-sungguh kepada masyarakatnya bagi para lulusannya.

"Ini adalah salah satu cara memfasilitasi mereka (mahasiswa) sehingga bisa bekerja dengan baik di masyarakat dan kariernya bisa bangun," kata Yoni.
comments | | Read More...

Kasus Jual Beli Ijazah Palsu

Penulis : Unknown on Tuesday, June 2, 2015 | 3:39 AM

Tuesday, June 2, 2015

 

 

Lemahnya Pengawasan Penyelenggaraan Pendidikan


Pengamat pendidikan Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Titik Handayani memandang perlu ada pengawasan ketat untuk mengantisipasi praktik jual beli ijazah dan ijazah palsu. Antisipasi itu perlu dilakukan pemerintah maupun masyarakat.

"Fenomena jual beli ijazah dan ijazah palsu menunjukkan dari sisi penyelenggaraan pendidikan terdapat mismanajemen, terutama lemahnya pengendalian dan pengawasan. Pemerintah perlu melakukan pengawasan ketat," kata Titik Handayani dihubungi di Jakarta, Senin (25/5/2015).

Pengawasan ketat harus dilakukan, lanjut Titik, termasuk terhadap dosen dan staf yang memungkinkan menjadi oknum dan terlibat praktik jual beli ijazah.

Masyarakat, sebagai pemangku kepentingan pendidikan juga perlu terlibat sebagai pengendalian sosial. Apabila masyarakat mengetahui ada praktik jual beli ijazah, segera melapor. Begitu pula, dengan kalangan pers yang dapat melakukan investigasi menguak praktik jual beli ijazah.

Titik juga mendukung wacana pengaktifan kembali Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) dan Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) yang bisa mengendalikan dan mengawasi pendirian perguruan tinggi yang pesat tanpa diikuti kualitas.

"Dengan adanya pemisahan antara pendidikan tinggi dan pendidikan dasar dan menengah, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi bisa lebih fokus pada pengelolaan melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)," tuturnya.

Menurut Titik, pengawasan juga perlu dibarengi dengan penegakan hukum yang kuat sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 67 dan Pasal 70 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Praktik jual beli ijazah dan ijazah palsu menjadi perhatian publik setelah ada pengaduan dari masyarakat terhadap 18 perguruan tinggi.


Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengancam akan menutup dan membubarkan perguruan tinggi yang melakukan transaksi jual beli ijazah.

"Kepada semua masyarakat mohon jangan melakukan transaksi jual beli ijazah. Kalau ada perguruan tinggi yang menjual ijazah, akan saya tutup, saya bubarkan," kata Nasir, usai menghadiri wisuda Universitas Jambi di Jambi, Jumat.

Nasir mengatakan bahwa penindakan tegas terhadap perguruan tinggi yang tidak menjalankan proses yang benar perlu dilakukan untuk meningkatkan muruah bangsa Indonesia, pendidikan negeri, pendidikan swasta, maupun pendidikan tinggi.

"Masalah ijazah memang perlu kita lakukan penindakan sebab ini sudah menjadi isu nasional. Kami akan melakukan inspeksi mendadak ke mana dan di mana saja," katanya.
comments | | Read More...

Putri Buruh Tani Raih IPK 3,99

 

Devi Triasari Anak Buruh Tani Jadi Lulusan Terbaik UNS


Lulus dengan IPK 3,99 dan menjadi lulusan terbaik yang akan diwisuda pada bulan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Devi Triasari (24), putri seorang buruh tani asal Ngawi, Jawa Timur.

Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, ini mengaku bahwa segala prestasinya tersebut diperuntukkan bagi kedua orangtuanya. Dalam tiga tahun enam bulan, Devi menyelesaikan kuliahnya dengan nilai nyaris sempurna. Hampir semua mata kuliah yang ditempuh mendapat nilai A, hanya satu mata kuliah yang bernilai B.

Putri pasangan Suwito dan Karinem tersebut pun menceritakan perjuangan dirinya untuk membiayai kuliahnya pada saat keterbatasan ekonomi keluarganya yang hanya buruh tani.

Saat memutuskan kuliah pada 2011, Devi sudah sadar kedua orangtuanya tidak akan mampu untuk membiayai kuliahnya. Tidak patah arang, Devi mencari beasiswa dan akhirnya mendapat dari Beasiswa Bidik Misi.

Pengalaman membantu berjualan sayuran dan harus ikut membantu sang ibu menjadi pembantu rumah tangga di Madiun membuat Devi termotivasi untuk mengubah nasib keluarganya dengan memutuskan kuliah sembari bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan kedua orangtuanya.

"Saya melihat kedua orangtua. Kehidupan mereka yang membuat saya termotivasi untuk belajar agar dapat meringankan beban hidup orangtua saya," katanya saat ditemui di kampus UNS, Senin (1/6/2015).

Dia mengaku, uang beasiswa sebesar Rp 600.000 tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya di Solo. Akhirnya, dia memilih untuk melamar menjadi guru di beberapa bimbingan belajar di Solo dan juga membuka jasa les privat. Hasilnya digunakan untuk membayar kos dan juga mengirim uang kepada orangtuanya.

Beban tersebut pun dijalani dengan doa dan restu dari orangtua. Nyatanya, pada pertengahan Juni nanti, Devi akan diwisuda dengan predikat lulusan terbaik. Dia meraih IPK 3,99 dari skala 4,00.


"Apa yang saya lakukan untuk kedua orangtua saya. Restu mereka menjadi motivasi saya. Sisanya saya berserah kepada Tuhan," katanya.

Saat ini, Devi mengaku mendapat tawaran pekerjaan dan studi lanjutan ke jenjang S-2. Dia pun berencana akan melanjutkan studi S-2 di luar negeri dengan pilihan studi Hukum. Namun, dia akan mencari beasiswa yang bisa mencakup biaya hidup karena masih harus memikirkan nasib kedua orangtuanya di Ngawi yang masih hidup pas-pasan.

Devi adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayah Devi, Suwito, bekerja sebagai buruh serabutan dan ibunya, Karinem, bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
comments | | Read More...
 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Info Pendidikan . All Rights Reserved.
Design Template by kwanyar-news | Support by creating website | Powered by Blogger